
Oleh Al Andang L Binawan
Anggota DPR dan anggota DPRD di daerah telah dilantik meski sedikit orang yang optimistis.
Alasannya bukan karena biaya pelantikan yang amat besar, tetapi dri keberadaan mereka. Bahkan, Budiman Sudjatmiko, yang mewakili petani dan nelayan Banyumas, secara implisit menuliskan, betapa sulit perjuangannya (Kompas, 2/10/2009).
Legislator Minimalis
Budiman Sujatmiko Dirikan Rumah Aspirasi
Minggu, 4 Oktober 2009 | 17:50 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Madina Nusrat
BANYUMAS, KOMPAS.com - Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Budiman Sujatmiko mendirikan Rumah Aspirasi Budiman Sujatmiko, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (4/10). Rumah itu akan menjadi rumah rakyat khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap dalam menyampaikan aspirasinya kepada Budiman Sujatmiko sebagai anggota DPR RI terpilih dari daerah pemilihan VIII yang meliputi kedua kabupaten tersebut.
Budiman mengatakan, rumah aspirasi itu merupakan caranya menjawab seluruh janji-janjinya dalam kampanye pemilihan anggota legislatif yang lalu kepada masyarakat Banyumas dan Cilacap. "Saya letih dan risau, apakah lima tahun mendatang rakyat yang saya wakili, hidupnya akan lebih baik dibandingkan saat saya mengenal mereka semasa kampanye," katanya.
Mewakili Rakyat
Berikut adalah versi asli dari tulisan Budiman yang dimuat di Kompas hari ini:
Dalam beberapa minggu ini saya mendapatkan ucapan ‘selamat’ atas rencana pelantikan saya sebagai anggota DPR dari konstituen saya, petani-petani Banyumas dan Cilacap. Mereka bukanlah orang baru bagi saya, begitu juga sebaliknya. Mereka adalah orang yang pertama kali saya jumpai sekitar 18 tahun silam sebagai petani-petani sederhana, yang diringkus kemiskinan dan konflik pertanahan yang sudah menahun. 18 tahun yang lalu saya hanyalah seorang anak muda berusia 21 tahun yang bersama mereka berikhtiar membangun politik demokrasi dan kesejahteraan dari akar rumput. Mereka mengucapkan ’selamat’ karena hari ini saya akan resmi melanjutkan perjuangan dari dalam institusi negara.
Saya tersentuh keharuan saat mereka menganggap saya sudah ’berhasil,’ karena saya justru menganggap bahwa apa yang kami perjuangkan sekitar 18 tahun lalu belum lah banyak memperbaiki nasib mereka.
Budiman dalam Inquirer.Net (Filipina)
Budiman Sudjatmiko, a [designated] member of the Indonesian parliament and the one who read the communiqué, said that Asia is “faced with a severe slowdown in economic activity caused by global recession.”
“It has resulted in losses in jobs, income, and employment opportunities, especially for young people, decrease in overseas remittances and escalating social inequalities. Governments have further cut subsidies for social services and development programs or increased its debt to finance services,” he said.
(Budiman Sudjatmiko, anggota terpilih parlemen Indonesia dan yang membacakan komunike, mengatakan bahwa "Asia diperhadapkan dengan perlambatan aktivitas ekonomi yang parah sebagai akibat resesi global." "Hal ini telah bermuara pada hilangnya pekerjaan, pendapatan, dan kesempatan kerja, khususnya bagi kaum muda, penurunan dalam penerimaan tenaga kerja di luar negeri dan eskalasi kesenjangan sosial. Pemerintah-pemerintah telah memotong lebih lanjut subsidi untuk layanan-layanan sosial dan program-program pembangunan atau menaikan utang untuk membiayai layanannya," katanya).
Lebih lanjut tentang berita dan isi komunike tersebut, silakan kunjungi link ini: Inquirer dan Manila Bulletin.












