Berbeda dengan "constituent center" yang ada selama ini, Rumah Aspirasi tidak hanya menjadi ruang tatap muka selama masa reses DPR RI. Rumah Aspirasi Budiman adalah lembaga visioner dengan misi dan agenda pemberdayaan rakyat yang dilaksanakan secara terencana dan terukur. Untuk membentuk Rumah Aspirasi ini, Budiman telah merekrut para staf profesional yang dinilai memiliki banyak pengalaman dalam bidangnya. Mereka adalah para eks aktivis gerakan yang memiliki kesamaan garis pemikiran dengan Budiman.
Sekilas Pandang Rumah Aspirasi
Berbeda dengan "constituent center" yang ada selama ini, Rumah Aspirasi tidak hanya menjadi ruang tatap muka selama masa reses DPR RI. Rumah Aspirasi Budiman adalah lembaga visioner dengan misi dan agenda pemberdayaan rakyat yang dilaksanakan secara terencana dan terukur. Untuk membentuk Rumah Aspirasi ini, Budiman telah merekrut para staf profesional yang dinilai memiliki banyak pengalaman dalam bidangnya. Mereka adalah para eks aktivis gerakan yang memiliki kesamaan garis pemikiran dengan Budiman.
Mewakili Rakyat
Berikut adalah versi asli dari tulisan Budiman yang dimuat di Kompas hari ini:
Dalam beberapa minggu ini saya mendapatkan ucapan ‘selamat’ atas rencana pelantikan saya sebagai anggota DPR dari konstituen saya, petani-petani Banyumas dan Cilacap. Mereka bukanlah orang baru bagi saya, begitu juga sebaliknya. Mereka adalah orang yang pertama kali saya jumpai sekitar 18 tahun silam sebagai petani-petani sederhana, yang diringkus kemiskinan dan konflik pertanahan yang sudah menahun. 18 tahun yang lalu saya hanyalah seorang anak muda berusia 21 tahun yang bersama mereka berikhtiar membangun politik demokrasi dan kesejahteraan dari akar rumput. Mereka mengucapkan ’selamat’ karena hari ini saya akan resmi melanjutkan perjuangan dari dalam institusi negara.
Saya tersentuh keharuan saat mereka menganggap saya sudah ’berhasil,’ karena saya justru menganggap bahwa apa yang kami perjuangkan sekitar 18 tahun lalu belum lah banyak memperbaiki nasib mereka.
Oposisi dan Masyarakat Sipil
Sebuah artikel menarik muncul dari Airlangga Pribadi, seorang ilmuwan politik dari Universitas Airlangga. Ia mengajukan proposal seperti ini:
Apabila aktor-aktor masyarakat sipil di Indonesia sadar akan peran historis mereka sebagai kekuatan oposisional, tugas selanjutnya adalah merumuskan format oposisi yang strategis dan efektif. Gagasan oposisi itu dapat mengambil banyak bentuk, mulai dengan menciptakan kabinet bayangan dengan menunjukkan kepada publik pilihan kebijakan yang berbeda dari pemerintah sampai pemberdayaan kekuatan masyarakat sipil. Ini untuk mengontrol dan menampilkan suara alternatif dari kebijakan yang diproduksi elite politik, yang telah menjadi bagian koalisi penguasa.
Selengkapnya tulisan Airlangga bisa dilihat di link ini.
Bagaimana pendapat Anda?
Presentasi: Demokratisasi Perekonomian Global
Pada tanggal 20-22 Mei 2009, kami diundang untuk menghadiri dan menyampaikan materi presentasi pada Konferensi I Jaringan Sosial Demokrasi Se-Asia yang bertempat di Manila, Filipina.
Materi presentasi itu dapat dilihat di bawah ini:











